Home / Info / PERMOHONAN PENGAJUAN ANAK SIRKUMSISI DARI DESA JANGKA ALUE

PERMOHONAN PENGAJUAN ANAK SIRKUMSISI DARI DESA JANGKA ALUE

JANGKA ALUE – Sehubungan dengan diadakannya acara “Sirkumsisi” pada pelaksanaan Bakti Sosial “Aksi Kemanusian Mahasiswa kedokteran (AKMK) 2018” yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Unsyiah pada hari minggu tanggal 14 Oktober 2018 bertempat di Puskesmas Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Maka sehubungan itu mahasiswa kedokteran mengirimkan undangan kepada Desa Jangka Alue untuk mengirimkan anak sebanyak lima orang untuk disirkumsisi. Hal ini sesuai dengan surat edaran dari Fakultas Kedokteran Unsyiah nomor: 034/E/AKMK18/BEM-FK-UNSYIAH/IX/2018.

Sirkumsisi (Khitan, Sunat)  adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari alat kemaluan (Penis). Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum (berarti “memutar”) dan caedere (berarti “memotong”).

Dalam Wikipedia disebutkan, khitan sudah dilakukan sejak zaman prasejarah. Hal tersebut bisa diamati dari lukisan-lukisan yang terdapat dalam gua-gua prasejarah. Khitan adalah bagian dari syariat yang melekat pada kehidupan seorang Muslim. Khitan  merupakan fitrah manusia. Fitrah, menurut Al-Baidhawi, adalah sunnah yang telah berlaku sejak dahulu, yang dipilih oleh Nabi, dan menjadi titik temu semua syariat, sehingga seakan-akan amalan tersebut diwariskan secara turun temurun.

Adapun waktu mengenai waktu dilakukan khitan, Terjadi khilaf pendapat para ulama tentang kapan seorang anak dikhitan. Menurut pendapat yang shaheh tidak wajib dikhitan sampai ia baligh dan disunatkan pada hari ketujuh kelahirannya, hal ini berlaku bila menurut perkiraan medis hal tersebut tidak akan berdampak negativ. Kalau tidak maka harus ditunggu sampai ia sanggup untuk dikhitan. Maka seorang yang sudah baligh wajib disegerakan untuk dikhitan dan bila ia enggan maka terhadap pemerintah wajib memaksanya untuk dikhitan.
Oleh mengingat akan pentingnya Sirkumsisi (Khitan, Sunat), desa Jangka Alue mendukung acara Sirkumsisi tersebut dengan mengirimkan lima orang anak untuk di sirkumsisi. semoga kegiatan yang dilakukan di berkahi Allah. Amin [ms]

About Gampong Jangka Alue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

GOTONG ROYONG DI KOMPLEK MEUNASAH DESA JANGKA ALUE

JANGKA ALUE – Dalam rangka mewujudkan kebiasaan hidup sehat dan bersih ditempat umum, pada hari minggu ...