Home / Uncategorized / BANTUAN UNTUK ANAK-ANAK YANG BELAJAR AL-QUR’AN

BANTUAN UNTUK ANAK-ANAK YANG BELAJAR AL-QUR’AN

JA ÷ Menurut Sekdes Gampong Jangka Alue , Bapak Herri  , selaku yang mewakili Pemerintah  Gampong dalam  acara pembagian dana bantuan untuk Santriwan/Santriwati anggaran  tahun  2019  yang dilaksanakan kemarin  selasa (21/01),   Ada  enam    tempat/ rumah  pengajian  malam di wilayah gampong Jangka Alue yang terdiri dari dua  tempat /rumah di dusun Baroeh  yaitu; 1. Rumah Ustazah Tinurullah. 2. Ustazah Jamilah.  Dusun Teungoh juga dua lokasi pengajian  ;  1. Rumah Ustazah Hj.Ummi Hanafiah ,2, Rumah Ustazah Nurlaila.  Serta dua rumah  didusun Tunong ; 1. Rumah Ustaz Sulaiman Daud, 2. Rumah Ustazah Nurjannah.  Sementara pengajian  siang ada tiga  TPA (Tempat Pengajian Agama) yang di asuh  oleh Ustad Luthfi, Ustazah Illiyani dan Ustazah  Mehra,  yang berlokasi di Komplek Meunasah Jangka Alue. Sementara itu menurut Bapak Sekdes,   sasaran pemberian  program bantuan Beasiswa Santri  ini  di alokasikan  juga  untuk Santriwan/Santriwati Gampong Jangka Alue yang mondok di luar daerah seperti di Pulau Jawa, Banda Aceh dan Bireuen. Anak-anak yang bukan warga gampong Jangka Alue yang belajar Al-Quran dilokasi  rumah Ustaz /Ustazah dan TPA  dalam wilayah Gampong Jangka Alue  juga mendapat bantuan.

“ Kegiatan menghafal Alquran kini telah berkembang pesat dan menjadi tren di kalangan anak-anak warga gampong Jangka Alue. Perkembangannya cukup signifikan. Ada  yang mempunyai program belajar  Iqra  dan menghafal Alquran. Ini menunjukkan bahwa anak –anak  kian menyadari arti penting untuk dapat menghafal Alquran,”  Untuk  tahun 2019 pemerintah gampong Jangka Alue hanya bisa menganggarkan sepuluh juta  bagi Santriwan /Santriwati , sedangkan penerima berjumlah lebih kurang   186  orang yang di bagi dalam 3 katagori ,yaitu ;1. Hafidh, 2. Al-Quran, dan 3 .Iqra .     Program pemberian bantuan ini sudah berjalan empat tahun digampong Jangka Alue . Tahun pertama pemberian yaitu tahun 2016 ketika  T. Johan Marzuki, ST masih menjabat sebagai Keuchiek tapi dananya masih dianggarkan dari dana PAG (pendapatan asli gampong) yang berjumlah sekitar tiga jutaan  , karena Pihak Kabupaten belum menerbitkan  Perbup yang jelas mengenai boleh tidaknya mengalokasikan dana dari sumber Dana APBN  untuk program ini. Namun di tahun berikutnya , tahun 2017  Perbup membolehkan dananya diambil dari Dana Desa untuk kegiatan ini sehingga bisa di tingkatkan menjadi lebih kurang delapan jutaan . Tahun 2018 ketika Keuchiek Faisal menjabat dana untuk program ini masih sekitar delapan jutaan . Tahun ini agak meningkat ,yaitu sepuluh jutaan , pungkasnya  Selasa (21/1).

Selanjutnya dalam kata-kata sambutan yang di sampaikan oleh Imam Gampong Jangka Alue, Tgk Muttaqin Luthan, S.Pd ,   Semakin banyak anak yang menghafal Alquran karena tak lepas dari  kemuliaan  yang  juga didapat orang tuanya di hari akhir kelak. Seperti yang tertuang dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Alquran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, ”Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu… ” kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, ”Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, ”Karena anakmu belajar Alquran”. (HR. Thabrani dalam al-Ausath 6/51, dan dishahihkan al-Albani).

“Itu adalah salah satu kemuliaan memiliki anak penghafal Alquran Sehingga orang tua memotivasi anak untuk melakukan kegiatan  hafalan Alquran,” kata Tgk Muttaqin Luthan, S.Pd .

Tahun depan pemberian bantuan ini akan difokuskan atau akan ada katagori khusus  bagi    santriawan /santriwati yang bisa menghafal lebih  beberapa  juz.  Sehingga  kegiatan hafalan Alquran hasil nya akan lebih  maksimal.

Harus ada niat dan komitmen dari anak dan orang tua saat mengikuti kegiatan hafalan Alquran. Menurut Tgk Imam  , kesulitan terbesar bagi seorang anak mengikuti kegiatan hafalan Alquran adalah kurangnya kerja sama dari orang tua. “Orang tua harus bisa mendukung penuh kegiatan sang anak dalam mengikuti kegiatan hafalan Alquran, sebab ini jadi salah satu kunci keberhasilan,” tegasnya (raja).

About Gampong Jangka Alue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H

Keuchik Gampong Jangka Alue berserta Jajaran Aparatur Pemerintahan Gampong Jangka Alue mengucapkan Selamat Hari Raya ...